PRESS RELEASE 19 Juli 2005
Aksi Kekerasan, Pemerasan, dan Penjarahan Meningkat Menjelang Penarikan Militer Indonesia di Acheh. 
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, setiap menjelang penarikan pasukan militer indonesia dari Acheh, selalu dibarengi dengan berbagai macam aksi yang meresahkan masyarakat Acheh, dimana pihak militer indonesia melakukan aksi penjarahan terhadap harta benda masyarakat Acheh, seperti menjarah sepeda motor,....

 

PRESS RELEASE 25 June 2005
PERNYATAAN DARURAT DARI PANGLIMA ANGKATAN PERANG 25.06.2005 Atas pertimbangan:
1. Keselamatan dan kesempurnaan misi tim Uni Eropa pada kunjungannnya untuk membuat penilaian di Acheh dari 28 Juni hingga 1 Juli, dalam usaha menjalankan pemantauan di lapangan untuk mendirikan pusat-pusat pemantau atau pos-pos di Acheh, sepertimana yang disepakati dalam Ronde-4 Perundingan Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Acheh Merdeka (GAM).

 

PRESS RELEASE 25 June 2005
URGENT STATEMENT BY THE COMMANDER-IN-CHIEF  25.06.2005
In consideration of:
1. The safety and effeciency of the EU assessment team during their mission in Acheh on 28 June up to 1 July 2005, to conduct ground survey for the establishment of monitoring-team bases or posts in Acheh as jointly agreed during the 4th round of Helsinki talks between the Government of Indonesia (RI) and the Free Acheh Movement (GAM)

 

PRESS RELEASE 22 June 2005
The armed forces of GAM - TNA - demands a full and immediate impartial investigation of the shooting near Lamno Wednesday night of a Red Cross worker from Hong Kong. Indonesia has already blamed us for the incident. But according to reports from my commanders in the area, none of our fighters were within 15 km of the incident. There was also no armed clash, as Indonesia claims. However, Indonesian troops do patrol the area day and night.

 

PRESS RELEASE 22 June 2005
We condemn in strongest terms the shooting in West Acheh last night of a foreign Red Cross worker by Indonesian security forces.
Of course, the Indonesian military points the finger at GAM. But that's exactly the goal of the shooting. A few moments of clear thinking make clear why that is.

 

PRESS RELEASE 21 June 2005
 The fake mass 'release of GAM prisoners,' the ongoing human rights violations and the covert movement of thousands of Indonesian troops from their posts to camps hidden from foreign eyes raise the same old questions about Indonesia's commitment to peace and justice in Acheh.

 

PRESS RELEASE 09 June 2005
 The announcement by Indonesia's Chief Security Minister Widodo A.S. that Jakarta will not allow Acheh to have it own local political parties and hold new local elections confirms an old saying: The more things change, the more they stay the same.
That painful wisdom continues to fit a half-century of Jakarta's deceitful mistreatment of Acheh.

 

PRESS RELEASE 05 June 2005
The recent statement in Singapore by the TNI chief General Endriartono Sutarto does a grave and dangerous disservice to Achehnese and Indonesians alike.
General Endriartono falsely asserts that parts of GAM's military force are against the current peace talks and that, in any case, GAM doesn't represent the overwhelming majority of the Achehnese people. What he is really saying is the following: 'If GAM can't make the agreement work among its own forces and among Achehnese, why are we bothering with these stupid talks. Let's keep fighting.'

 

PRESS RELEASE 11 January 2005
The Acheh National Armed Forces (TNA) guarantees the safety and free access to all part of Acheh for the international aid workers. We understand that Indonesian Colonial government has issued a warning to international aid workers that it cannot guarantee their safety.

 

PRESS RELEASE 03 January 2005
On behalf of people of Acheh, the TNA Commander in-Chief would like to extend our deepest gratitude to the peoples and governments of countries that have not only shared our griefs and losses but have come to help our suffering people in such a swift, massive and unprecedented generosity. We also take this opportunity to thank our traditionally compassionate NGO friends, humanitarian organisations and individuals from various nationalities including Indonesians who have braved all obstacles, natural as well as incomprehensible human deceits.

 

Incident Report, Thursday, December 30, 2004
Thousands of troops from joint TNI/Brimob forces are conducting rigorous military operations in the District of Idi Rayeuk, Acheh Timur, including in the villages of Teupin Batee, Seuneubok Langa, Kuburan Cina, Gampong Jalan, Buket Linteueng, Buket Jok and surrounding areas. During the operation, in which tanks armoured vehicles are being deployed, TNI soldiers opened fire. However, TNA troops restrained from responding with armed contact.

 

LAPORAN INSIDEN Kamis, 30 Desember 2004 pukul 10:20.
Ribuan personil gabungan TNI/Brimob sedang gencar melakukan operasi militer di Kecamatan Idi Rayek, Acheh Timur, diantaranya di Kampung Teupin Batee, Seuneubok Langa, Kuburan Cina, Gampong Jalan, Buket Linteueng, Buket Jok dan sekitarnya. Kenderaan lapis baja Tank juga dilibatkan dalam operasi militer itu. Pasukan TNI melepaskan tembakan-tembakan. Namun Pasukan TNA tetap berusaha menghindari agar tidak terjadi kontak senjata.

 

PRESS RELEASE 23 December 2004
The reinforcement of 500 "intelligence officers" by the Indonesian military (TNI) to Acheh shows how panicky Jakarta is in facing the resilience of the Acheh National Armed Forces (TNA). TNI's assurance to the Indonesian Parliament at the launching of the martial law more than two years ago that it would be able to crash the Free Acheh Movement (GAM....

 

PRESS RELEASE 23 Desember 2004
Penambahan personel intelijen TNI menunjukkan betapa paniknya Jakarta dalam menghadapi ketangguhan Tentara Negara Acheh (TNA). Sesumbar RI bahwa TNI mampu menumpas GAM hanya dalam tempo 3 bulan telah terbukti sebagai besar pasak dari tiang. Untuk menutup rasa malu ini, TNI membunuh rakyat sipil lalu mengklaimnya sebagai GAM.

 

PRESS RELEASE 01 Desember 2004
Dengan ini saya meyeru kepada seluruh Bangsa Acheh khususnya dan kepada seluruh penduduk yang ada di Negara Acheh umumnya supaya mengambil langkah-langkah keselamatan di dalam menyambut hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Acheh yang ke-28 sebagai berikut ini:

 

PRESS RELEASE 02 Oktober 2004
SIPIL DIBUNUH OLEH POLISI DALAM TAHANAN
Seluruh jajaran TNA mengucapkan tahniah kepada para pekerja kemanusian yang tidak mengenal lelah untuk membongkar kebusukan-kebusukan TNI/Polri di Acheh. Laporan Human Rights Watch (HRW) baru-baru ini tentang penyiksaan tahanan oleh TNI/Polri, paling tidak telah membongkar sedikit dari kebusukan yang hendak ditutup-tutupi oleh penjajah Indonesia di Acheh. TNA menyambut baik segala aktivitas kemanusiaan dan pemantauan oleh dunia internasional.

 

PRESS RELEASE 08 September 2004
Seluruh bangsa Acheh turut berbelasungkawa atas meninggalnya Saudara Munir, tokoh penegak Hak Asasi Manusia Nusantara, Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raajiun. Dengan penuh kesedihan, kami turut berdukacita.

 

PRESS RELEASE 08 September 2004
DUKACITA ATAS MENINGGALNYA SAUDARA MUNIR
Kami seluruh jajaran Tentara Negara Acheh (TNA) mengucapkan "Inna Lillahi Wainna Ilaihi Raajiun" dan berdukacita atas berpulangnya ke rahmatullah saudara Munir, seorang aktivis kemanusian dan Hak Asasi Manusia di Nusantara.

 

PRESS RELEASE 17 Austus 2004
Bulan Agustus adalah merupakan bulan malapetaka bagi seluruh bangsa Acheh. Kini telah menjadi suatu tradisi dimana disebalik Hari Ulang Tahun RI yang jatuh pada 17 Agustus, secara sistematik, pemerintah kolonial Indonesia melancarkan berbagai macam tindak kekerasan keatas seluruh bangsa Acheh secara kejam dan biadab. Tujuannya adalah untuk menakuti dan melemahkan semangat juang bangsa Acheh.  

 

PRESS RELEASE 02 Austus 2004
Raider disergap TNA di Sawang
ada hari Jumat, 30 Juli 2004, Pukul 17.20-18.17, pasukan Tentara Negara Acheh (TNA) kompi 001/Inggreh, Daerah I Wilayah Samudra Pasee dengan menggunakan senapan mesin berat (Browning)......

 

PRESS RELEASE 16 Juli 2004
TNA KEMBALI MENEMBAK MATI 2 MUSUH DAN MERAMPAS DUA PUCUK SS1
Bumi Acheh adalah kuburan bagi penjajah. Pada hari jumat, pukul 08.00, Tentara Negara Acheh (TNA) D1-A Divisi Gajah Keng yang berkekuatan 11 personnel, berhasil menyergap sepasukan Brimob Polda Kaltim di kawasan Langkabeu, Seulimeum, Acheh Rayek. Dalam pertempuran tersebut, pasukan TNA dengan gagah berani berhasil menewaskan dua musuh, dan merampas dua pucuk senjata SS1.

 

PRESS RELEASE 07 July 2004
ACCUSED AS GAM DISTRICT CHIEF, M.JOHAN WAS TORTURED TO DEATH IN DETENTION
On Thursday July 1, The Indonesian Colonial State (NKRI) police force in Acheh arrested Tgk. M. Johan, accused as Greater Acheh District Chief of the Free Acheh Movement (GAM). While in detention he was severely tortured, all members of his family, including his wife were intimidated.

 

PRESS RELEASE 07 Juli 2004
DITUDUH BUPATI GAM, TEWAS DISIKSA DALAM TAHANAN
Pada hari Kamis, tanggal 1 Juli, aparat polisi Pemerintah Kolonial Indonesia menangkap Tgk. M. Johan, dengan tuduhan sebagai bupati GAM di Acheh Rayeuk. Selain beliau disiksa sangat berat, istri beliau dan seluruh keluarganya juga mendapat ancaman dan intimidasi dari polisi penjajah tersebut. Semasa dalam tahanan, anak dan istri beliau pun tidak henti-henti diancam.

 

PRESS RELEASE 17 Mei 2004
ORDER OF THE DAY
Following the Policy Statement issued by the leadership of the State of Acheh in exile in Sweden in response to the Declaration of War by the colonial government of the Republic of Indonesia (NKRI) against Acheh, we the Commander of the Acheh National Armed Forces, do hereby declare that:

 

PRESS RELEASE 17 Mei 2004
PERNYATAAN SIKAP
Sehubungan dengan Pernyataan Dasar Negara oleh Pemerintah Negara Acheh dalam pengasingan di Sweden menyambut Pernyataan Perang oleh Negara Kolonial Republik Indonesia (NKRI) terhadap Acheh, maka Panglima TNA dengan ini menyatakan:

 

PRESS RELEASE 20 APRIL 2004
1. On 18 April, thousands of people in Bireuen were forced by the Indonesian military, TNI, to participate in an action organized by the military backed militia group led Sofyan Ali to demand the extension of the Martial Law rule in Acheh. During the last few days, such forced public gatherings have been held in several other districts in Acheh.

 

PRESS RELEASE 20 APRIL 2004
1. Kemarin, 18 April, ribuan warga Bireuen dipaksa untuk mengikuti aksi yang dibuat oleh kelompok milisi hasil bentukan TNI yang dipimpin oleh Sofyan Ali untuk menuntut perpanjangan Darurat Militer di Acheh. Sebelumnya pemaksaan seperti itu telah dilaksanakan dibeberapa wilayah Acheh yang lain. Ini adalah ulangan praktek kotor TNI yang

 

Press Release, 19/03/04
Pengamat Asing Hendaknya Pantau Pelanggaran HAM di Acheh
* Bukan Untuk Jadi 'Penonton Pemilu *

 

PRESS RELEASE  29.02.04
CALL TO THE PRESS TO MONITOR THE FORCED PUBLIC RALLY ORGANIZED BY THE INDONESIAN MILITARY RULERS IN ACHEH ON THE OCCASION OF THE ISLAMIC NEW YEAR (FIRST MUHARRAM) 
 
Sinvr February 10, armed clashes continue to occure between the Acheh National Armed Forces and the Indonesian occupational forces especially those from the Raiders Battalions, Yonif 700 and Yonif 900 operating in Simpang Ulim, Peureulak, East Acheh.

 

Siaran Pers Panglima TNA Wilayah Peureulak, Tgk Ishak Daud  29.02.04
 MEDIA AGAR PANTAU UPACARA DI ALUE MEUNUWA
 * FERY SANTORO SELAMAT DARI KONTAK SENJATA
         Sejak tanggal 10 Februari sampai sekarang, 29 Februari 2004, terus menerus terjadi kontak senjata antara Teuntara Neugara Acheh (TNA) dengan TNI (dari pasukan Raider Yonif 700 dan Yonif 900) di beberapa

 

Press Release 10 Februari 2004
"TNI MENGGUNAKAN PMI SEBAGAI ALAT UNTUK MENGEPUNG GAM"
  Dirty trick yang pernah dipergunakan TNI di Mapenduma, Papua, kembali dilakukan di Acheh. Unit intelejen TNI menggunakan pekerja kemanusiaan dari PMI sebagai alat untuk menyerang pos pos TNA. 
Pada 7 Februari, 2004, Tentara Negara Acheh (TNA) memberikan akses kepada 10 pekerja kemanusiaan dari PMI untuk masuk ke kawasan yang dikuasai TNA guna memberikan bantuan obat-obatan dan perawatan kepada para masyarakat sipil dan tahanan TNA.

 

PEURINTAH HARIAN 22 Februari, 2004
Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh!
Alhamdulillaah, washalatu wasshalamu 'ala rasulillaah, 'ammaba'du faaiyyuhal muslimin. Sigala pudjoë meuwoë keu Po Teuh Allah njang Po kuwasa di alam fana' njoë, deungon izin Allah keuh tanyoe mantong panyang umu hingga bak uroe nyoë, meuteumèe rasa nikmat udép di dônya nyoe beuseureuta deungon sigala cubaan Po teuh Allah

 

PRESS RELEASE January 1, 2004
 The Leadership of the Acheh National Armed Forces, TNA, wishes to express our most hearfelt condolences to the family of the late Ersa Siregar killed by Indonesian troops last December 29, 2003.

 

PRESS RELEASE January 1, 2004
         Pimpinan Tentera Negara Acheh, dengan ini mengucapkan turut berdukacita yang tulus ikhlas kepada keluarga almarhum Ersa Siregar yang telah dibunuh oleh serdadu Indonesia pada 29 Desember 2003 yl.

 

PRESS RELEASE Dec. 03.2003
ORDER OF THE DAY TO THE EVERY TNA SOLDIER AND CALL TO ALL THE PEOPLE OF
ACHEH
1.    In the name and on behalf of the Commander-in-chief of the Acheh National Armed Forces (TNA), Muzakkir Manaf, we, the Military Spokesman of the TNA Central Command, proudly wish Happy 27th Anniversary of the Re-Declaration of Independence of Acheh – December 4, 1976- December 4, 2003, to every brave and valiant member of TNA and to all our beloved people of Acheh.

 

PRESS RELEASE 03.12.2003
PERINTAH HARIAN PANGLIMA TNA KEPADA SELURUH ANGGOTA TNA DAN SERUAN KEPADA SELURUH BANGSA ACHEH
1.    Atas nama panglima TNA Muzakkir Manaf, kami Jurubicara Militer Komando Pusat TNA dengan bangga mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 27 Hari Pernyataan Kembali Kemerdekaan Acheh – 4 Desember 1976- 4 Desember 2003, .........

 

PRESS RELEASE 24 November, 2003
 
Atas nama Panglima TNA Muzakkir Manaf, kami seluruh jajaran TNA mengucapkan Minal Aizin Wal Faizin, maaf lahir dan batin, kepada seluruh bangsa Acheh dan juga kepada seluruh ummah Islam di seluruh dunia.

 

PRESS RELEASE 24. Okt. 2003
1. In the name and on behalf of the TNA Commander-in-chief, Muzakkir Manaf, we wish the people of Acheh Happy and Safe performance of the holy duty of Ramadhan, and to urge them to increase their religious activities and prayers, and to ask Allah for His Blessings and to give us all patience in this very trying time of our national struggle.

 

PRESS RELEASE 24/10/2003
1. Atas nama panglima TNA Muzakkir Manaf, kami mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa kepada bangsa Acheh. Dalam bulan suci Ramadhan ini marilah kita memperbanyak ibadah dan zikir, dan memohon kesabaran dalam perjuangan ini.

 

PRESS RELEASE 19. Okt. 2003
The Prime Minister of the State of Acheh, Mr Malik Mahmud, has issued an official request that safe corridors and safe zones be set up in Acheh to allow for the distribution of humanitarian relief to the civilian population.

 

PRESS RELEASE 19/10/2003
Statemen Jurubicara Militer, Sofyan Dawood (19 Oktober, 2003)Perdana Menteri Negara Acheh,Teungku Malik Mahmood, telah mengeluarkan permintaan resmi supaya diadakan koridor koridor dan zona-zona selamat di Acheh untuk membolehkan distribusi bantuan kemanusiaan kepada penduduk sipil.

 

PRESS RELEASE 12/10/2003
Militer Indonesia kembali melakukan politik adu-domba di Acheh
Militer Indonesia terbukti gagal dalam operasi militer mereka di Acheh. Karena panik, TNI kembali menjalankan cara lama untuk menebarkan terror di Acheh dengan menggunakan transmigran dan para pendatang yang berasal dari luar Acheh.

 

PRESS RELEASE 23/09/2003
INDEPENDENSI PMI DI ACHEH DIPERTANYAKAN
       Kami kembali ingin mengingatkan keberadaan Palang Merah (PMI) sebagai sebuah organisasi yang netral dan independen. Dalam tugas kemanusiaannya, PMI hendaknya tidak berpihak kepada golongan tertentu, melainkan mengutamakan objek korban --siapa pun-- yang paling membutuhkan pertolongan segera.

 

PRESS RELEASE 21/09/2003
Sekitar pukul 06.40 s/d 08.00 dini hari (21/9) tiga (3) pesawat RI jenis HAWK kembali membombardir pemukiman penduduk sipil di kawasan kampung Beurawang dan kampung Jabo, Kecamatan Suka Jaya, Sabang.

 

PRESS RELEASE 17/09/2003
TNI Blokade Panton Rayeuk, Acheh Timur
Pada tanggal 12 September 2003 TNI melakukan pengepungan besar-besaran di kawasan CV 8 (Perkebunan Karet), Panton Rayeuk, Idi Rayeuk. Peristiwa ini dipicu oleh terperogoknya rombongan Tgk Ishak Daud dengan pasukan TNI yang sedang melakukan operasi militer di kawasan tersebut pada pukul 06.00 dini hari.

 

PRESS RELEASE 9 September 2003
Jawaban Untuk Rekan-Rekan Wartawan,
Sehubungan berbagai pertanyaan wartawan yang telah dikirim ke e-mail saya, maka sebagai juru bicara TNA Wilayah Peureulak, perlu saya jelaskan beberapa hal
:

 

PRESS RELEASE, 16/8/03
HUT RI - Malapetaka Bagi Rakyat Acheh
1. Setiap perayaan hari kemerdekaan RI merupakan malapetaka bagi bangsa Acheh. Tentara penjajah Indonesia telah memaksa dan mengancam bangsa Acheh untuk ikut merayakan 17 Agustus.
...

 

PRESS RELEASE  8 Agustus 2003
MASYARAKAT MINTA PEKERJA HAM MASUK KE ACHEH
KAMI mengetuk hati para pekerja HAM, relawan kemanusiaan, dan wartawan yang masih memiliki visi kemanusiaan untuk menjenguk kehidupan masyarakat di perkampungan atau daerah pedalaman di Acheh Rajek (Acheh Besar).

 

PRESS RELEASE 31 Juli 2003
Juru Bicara GAM Wilayah Pasee Teungku Jamaika Masih Hidup
SAYA, Tengku Jamaika, juru bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Wilayah Pasee, sangat menyesalkan pihak TNI yang telah "menewaskan saya melalui pernyataan" nya. Padahal, faktanya, saya masih hidup dan sehat-sehat saja. 

 

PRESS RELEASE 26 Juli 2003
1. Sudah lebih dari dua bulan perang Kolonial II terhadap bangsa Acheh, dunia internasional ternyata mencatat dan memperhatikan segala kekejaman yang dilakukan oleh TNI di Acheh. Resolusi negara-negara Eropa menegaskan bahwa operasi militer di Acheh hanya mengorbankan masyarakat sipil, TNI telah melakukan pembunuhan sewenang-wenang, penculikan, pemerkosaan dan pembakaran.

 

PRESS RELEASE 08 Juli 2003
Tgk Halim Yasin Sehat Walafiat.
TNI melalui Dansatgaspen Koops TNI Letkol CAJ Ahmad Yani Basuki Msi, telah melakukan kebohongan besar dengan menyebarkan berita Tgk Halim bin Yasin telah dapat dilumpuhkan.

 

PRESS RELEASE 03 JULY 2003
1. The Leadership of the Acheh National Armed Forces (TNA) wishes to stress once again that the TNA support fully the work of journalists covering the events in Acheh truthfully...

 

PRESS RELEASE 03 Juli 2003
1. Pimpinan Teuntara Neugara Atjeh (TNA) kembali menegaskan bahwa TNA mendukung sepenuhnya tugas-tugas peliputan yang jujur. TNA tetap menjamin keamanan dan kebebasan gerak para wartawan di seluruh Acheh tanpa batas, asalkan mereka menjalankan tugas sesuai dengan norma dan kode etik jurnalistik.
      
.

 

PRESS RELEASE 12 June 2003
Kalau Memang Indonesia itu Benar
Selama ini petinggi TNI di Acheh telah selalu mengklaim bahwa mereka telah menguasai rakyat Acheh dan banyak rakyat Acheh yang telah tunduk kepada mereka. Mereka juga mengklaim bahwa semua yang telah mereka bunuh itu adalah orang-orang GAM. Hanya beberapa saja ...    

 

PRESS RELEASE June 8 2003
On May 19 the Indonesian government and its security forces launched a massive military offensive against our peaceful people. With the imposition of martial law on that date, more than 50,000 military personal were given a mandate to eliminate the GAM...   

 

PRESS RELEASE 26 Mei 2003
1. Pemerintah Neo-Kolonialis Indonesia sudah kehilangan akal sehat.Kegigihan TNA membendung agresi membuat mereka kecut. Maka mereka menciptakan rekayasa bahwa anggota TNA seolah-olah menyerahkan diri....

 

RESS RELEASE May 24 2003
It has been 6 days now since the Indonesian Colonial Government declared Martial Law in Acheh and the TNA has killed over 600 TNI/Brimob troops in all battle arenas in Acheh. But the colonial government chooses to hide this reality.

 

PRESS RELEASE 24 Mei 2003
Selama pihak RI menerapkan Darurat Militer (DM) --yang telah berlangsung 6 hari-- di Acheh, pasukan TNA telah menewaskan sebanyak 600 lebih personil serdadu agresor TNI/Brimob di seluruh wilayah Acheh. Tetapi pihak RI sengaja menutupi hal ini.

 

PRESS RELEASE May 22 2003
INDONESIAN MADNESS IN ACHEH
Unable to defeat the Acheh National Armed Force (TNA), frustrated Indonesian military (TNI) field commanders has ordered their personnel to fire at civilians. Since the beginning of the martial law, no less than 50 civilians have lost their lives due to brutal actions and retaliations by TNI and police force.
... 

 

PRESS RELEASE  May 21 2003
*TNA promises protection for journalists
*Reports from the battle fields
GAM urges journalist to always uphold the prinsciples of independent press. We understand there are mounting intimidations by Indonesian authority insisting press not to quote anything from the
.
 

 

PRESS RELEASE 20 Mei 2003
Perang Kolonial II, hari ke-2
PASUKAN SILUMAN BAKAR SEKOLAH
Perang Kolonial II telah memasuki hari ke-2. Serangan-serangan tentara kolonial Indonesia di beberapa tempat telah berhasil dipukul mundur oleh Tentara Neugara Acheh. Tentara kolonial sudah.....    

 

PRESS RELEASE 19 Mei 2003
 Panglima TNA mengutuk perintah Panglima TNI, Sutarto, yang memerintahkan anakbuahnya untuk melakukan genosida terhadap Bangsa Acheh. Perintah Sutarto agar “menghabisi GAM sampai ke akar-akarnya” mempunyai pengertian genosida yang jelas. Perintah tersebut sudah mulai dipraktekkan di lapangan oleh bandit-bandit TNI.... 

 

PRESS RELEASE May 18 2003
Indonesia Forced Colonial War II on Acheh
Tokyo meeting has failed to resist Indonesian colonialist ambition to launch war against the Achenese people. The was desire of the Indonesian colonial government actually has been quite obvious since they released an ultimatum and then arrested GAM negotiators who were going to leave for Tokyo.
.. .
 

 

PRESS RELEASE 18 Mei 2003
 RI MEMAKSA  PERANG KOLONIAL II TERHADAP BANGSA ACHEH
Perundingan Tokyo telah gagal menahan ambisi kolonialis Indonesia untuk melancarkan perang terhadap Bangsa Acheh. Napsu perang pemerintah kolonial RI sebenarnya sudah tampak semenjak mereka mengeluarkan ultimatum dan kemudian menangkap jururunding GAM yang hendak berangkat ....

 

PRESS RELEASE May 17 2003
Tokyo Meeting under the Threat of Failure
*Indonesia Must be Responsible if it Fails
*GAM Remains Committed to Save the Tokyo JC Meeting
At the last critical seconds, GAM leaders still struggle to save the JC Meeting in Tokyo, which is under the threat of failure due to the arrest of most of GAM negotiators who were going to leave for Tokyo....

 

PRESS RELEASE 17 Mei 2003
PERTEMUAN TOKYO TERANCAM GAGAL
*Indonesia Harus Bertanggungjawab jika Gagal
*GAM Masih Berupaya Menyelamatkan JC Meeting di Tokyo
Pada detik-detik terakhir yang kritis, Pemimpin GAM masih berusaha untuk menyelamatkan JC meeting di Tokyo yang terancam kelangsungannya akibat penangkapan terhadap sebagian besar jururunding ....

 

PRESS RELEASE May 16 2003
Indonesia hurdles Tokyo Meeting 16 May
Today 16 May 2003 Indonesia colonial authority arrested 5 GAM negotiators who are goitn to take part in Tokyo dialog. Those arrested are Sofyan Ibrahim Tiba, Nashiruddin Ahmad, Muhammad Usman, T. Kamaruzzaman, and Amni A. Marzuki.
...             
 

 

PRESS RELEASE 16 Mei 2003
INDONESIA MENGHALANGI PERTEMUAN TOKYO
Hari ini tanggal 16 Mei 2003 penguasa Indonesia telah menangkap 5 orang negosiator GAM yang hendak berunding di Tokyo. Mereka yang ditangkap adalah Sofyan I. Tiba, Nashiruddin Ahmad, Muhammad Usman, T. Kamaruzzaman, dan Amni
A. Marzuki....

 

PRESS RELEASE 15 Mei 2003
MASYARAKAT DUNIA BERHASIL MEMAKSA RI UNTUK BERDAMAI DENGAN ACHEH
Atas tekanan yang hebat dari negara-negara pemberi hutang (Uni Eropa, Amerika Serikat, Jepang, dan World Bank) akhirnya Pemerintah Republik Indonesia terpaksa....   

 

PRESS RELEASE 13 Mei 2003
LATARBELAKANG DAN SEBAB PEMBELOTAN AMRI A. WAHAB KE RI
Amri A. Wahab telah membelot ke pihak RI. Ini adalah sebuah realita yang tidak perlu disembunyikan atau dibantah. Namun, pembelotan tersebut sarat dengan sebab-musabab yang terjadi secara cepat. .....

 

PRESS RELEASE 12 Mei 2003
MENJELANG PERANG KOLONIAL KE-2
1.    Presiden pemerintah kolonial Indonesia telah memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk melakukan persiapan terakhir guna melancarkan agresi mereka di Acheh. Hal ini bermakna bahwa kolonialis RI akan melancarkan Perang Kolonial II terhadap Bangsa Acheh dalam beberapa jam mendatang.

 

PRESS RELEASE May 11 2003
1. The TNA deplores the Indonesian Armed Forces (TNI)'s plan to have journalists imbedded in its military operations in Acheh, because it may put the participating journalists in mortal danger. We call on the concerned journalists to consider the danger that they will be facing in the . .. . . . . .

 

PRESS RELEASE 11 Mei 2003
1.    TNA menyesalkan rencana TNI untuk membawa jurnalis dalam operasi militernya di Acheh, karena dapat menyebabkan para jurnalis tersebut dalam posisi berbahaya. TNA menyerukan agar para jurnalis tersebut sadar akan bahaya yang mungkin mereka hadapi di lapangan. Bila nanti terjadi pertempuran antara TNI-TNI ...   

 

PRESS RELEASE 09 Mei 2003
1.    Sekali lagi pemerintah Kolonialis Indonesia melakukan tindakan barbar tanpa peduli akan tatakrama internasional dengan menangkap 4 orang dari jururunding GAM di airport Banda Acheh. Keempat jururunding tersebut adalah Senior Envoy ke JSC,

 

GENERAL ALERT 08 May 2003
1. In relation with the latest development of the security situation in Acheh, whereby the Indonesian colonialist government has totally and arrogantly rejected the voice of the people of Acheh to proceed with the peaceful solution of the conflict,
               

 

PRESS RELEASE 08 Mei 2003
1.    Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan terakhir bahwa pemerintah kolonialis Indonesia telah menolak dengan angkuh seruan rakyat Acheh agar meneruskan penyelesaian konflik secara damai, maka TNA mengumumkan bahwa situasi Negara Acheh sekarang berada di ambang Perang Kolonial II.     

 

PRESS RELEASE 04 Mei 2003
1.    Pimpinan TNA menilai bahwa pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan oleh pihak RI, terutama TNI, sudah sangat kelewat batas dan tidak bermoral. Pernyataan-pernyataan tersebut telah menyebabkan sebagian Rakyat Acheh mendidih darahnya. RI akan menuai bencana bila terus-menerus mengancam rakyat
........... 

 

PRESS STATEMENT May 03, 2003
STATEMENT OF THE COMMANDER-IN-CHIEF OF TNA ON THE ARREST AND DETENTION OF SIX REPRESENTATIVES OF GAM IN THE JSC.
The Commander-inChief of the TNA expresses his shock and dismay at the uncivilized behaviour and blatant disregard of common ethics displayed by the Indonesian security forces in the arrest and detention of 6 representatives of the Free
...              
 

 

PRESS RELEASE 02 May 2003
TNA deplores the statements issued by various high-ranking Indonesian Government (GoRI) officials, almost all containing matters intended to frighten the Achehnese people. This sort of intimidation is clearly not useful for the peaceful solution of the conflict in Acheh

 

PRESS RELEASE 02 Mei 2003
TNA menyesalkan statement-statement yang dikeluarkan oleh berbagai pejabat RI yang hampir semuanya berisi hal-hal yang menakutkan bagi rakyat Acheh. Cara-cara intimidasi model ini jelas tidak bermanfaat sedikitpun bagi penyelesaian damai terhadap konflik Acheh. Sudah saatnya Jakarta berhenti berlagak sebagai tuan terhadap Acheh.

 

PRESS RELEASE 01 May 2003
THE FATE OF THE ACHEHNESE NATION IS IN THE HANDS OF THE ACHEHNESE PEOPLE
The TNA supports fully the steps taken by the civil leadership of the Government of the State of Acheh (PNA) towards continuing the dialogues between the PNA and the Government of the Republic of Ind  

 

PRESS RELEASE 01 Mei 2003
NASIB ACHEH ADA DI TANGAN BANGSA ACHEH SENDIRI
TNA mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang berkaitan dengan dialog antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Negara Acheh (PNA) yang diambil oleh Pimpinan Pemerintahan Sipil Negara Acheh.

 

POLICY STATEMENT April 27, 2003
Considering the political development between the Indonesian Government (GoI) and Acheh lately, the TNA wishes to state its position as follows:
  

 

PRESS RELEASE 27 April 2003 
Menyikapi perkembangan politik antara RI dan Acheh akhir-akhir ini, TNA menyatakan sikap sebagai berikut:
1.    Tetap komit kepada CoHA seperti yang diperintahkan oleh Wali Negara sekalipun RI telah terang-terangan memperlihatkan iktikad tidak baiknya terhadap kelangsungan CoHA.

 

PRESS RELEASE 24 April 2003
ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT
ACHEH NATIONAL ARMED FORCES
CENTRAL MILITARY COMMAND
 The Commander-inChief of the TNA expresses his regrets over the Indonesian Government (GoI)'s unilateral cancellation of the planned Joint Council Meeting of CoHA, scheduled by the HDC for 26-27 April 2003.   

 

PRESS RELEASE 24 April 2003 
Panglima TNA menyatakan kekecewaannya atas pembatalan rencana Rapat Joint Council secara sepihak oleh RI. Rapat Joint Council (JC) seyogianya berlangsung pada tanggal 26-27 April 2003 seperti yang direncanakan oleh HDC.

 

PRESS RELEASE 06 April 2003
ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT
ACHEH NATIONAL ARMED FORCES
CENTRAL MILITARY COMMAND
        TNA protests and condemns in the strongest terms the Indonesian government’s blatant efforts to derail the implementation of the CoHA. Its determined actions to gather the masses, the majority of whom are Javanese militias and members of its armed forces and police in civilian clothes,

 

PRESS RELEASE 06 April 2003   
TNA memprotes dan mengutuk Pemerintah RI karena semakin terang-terangan berusaha menggagalkan CoHA. Usaha-usaha penggalangan massa demonstran anti-CoHA yang mayoritas milisi etnis Jawa dan aparat militer/polisi RI berpakaian sipil dan pembunuhan demi pembunuhan terhadap anggota GAM

 

PRESS RELEASE 03 April 2003
ACHEH-SUMATRA NATIONAL LIBERATION FRONT
ACHEH NATIONAL ARMED FORCES
CENTRAL MILITARY COMMAND
        The process for a peaceful solution of the Acheh conflict is in critical condition. This is purely caused by the maneuvers carried out by the Indonesian Government (GoI) through its security forces, the TNI and POLRI, because it does not want to have the civil society involved in the efforts to find a solution to the conflict, given that it believes a vast majority of the Achehnese people are pro independence.